Seperti tulisan saya sebelumnya, dimana sebulan terakhir ini saya melakukan pengolahan data GPR. Sekarang ini saya pengen menulis (menurut yang saya pelajari dan baru saya ketahui) mengenai “apa sih GPR itu”??
Seperti pada judul diatas GPR yang merupakan singkatan dari Ground Probing/Penetrating Radar, adalah salah satu metoda geofisika untuk menggambarkan kondisi bawah permukaan untuk kedalaman yang dangkal dengan memamfaatkan penjalaran dari gelombang elektromagnetik yang ditembakkan oleh transmitter dan direkam pada receiver. Hampir serupa halnya dengan metoda seismik, seperti pada gambar di bawah berikut..

Dibandingkan dengan metoda seismik, dari segi pengambilan data (acquiring) metoda GPR tidak bersifat destructive karena signal yang ditembakan berasal dari alat sendiri, dan yang lebih asiknya menggunakan alat GPR kita bisa dapat langsung melihat gambaran bawah permukaan yang kita ukur walaupun masih kasar sih karena adanya efek-efek seperti absorbsi energi gelombang, efek migrasi dan efek2 yang lain yang dapat mengganggu penjalaran dari gelombang EM tadi.
Penetrasi/kedalaman dari alat GPR ini bergantung kepada besar frekuensi dari alat yang kita gunakan, semakin besar frekuensi alat (sampai GHZ) maka penetrasi alat akan semakin dangkal tetapi akan menghasilkan pencitraan dengan resolusi yang tinggi. Biasanya untuk keperluan eksplorasi (Mineral & barang tambang) frekunsi yang digunakan adalah frekuensi 10-25 MHZ, sedangkan untuk keperluan geotechnical biasanya menggunakan alat dengan frekuensi yang lebih tinggi, sampai GHZ.
Sifat Elektromagnetik terdiri dari sifat kelistrikan dan sifat kemagnetan, untuk metoda ini sifat kelistrikan yang lebih banyak digunakan adalah permitivitas, sedangkan untuk sifat kemagnetan yang sering digunakan adalah permeabilitas magnet.
Oh ya satu lagi, dengan metoda ini kita juga dapat mengetahui letak mayat2 yang terkubur. Apalagi sekarang ini ada kasus pembunuhan yang telah menewaskan 11 orang dan diduga masih ada yang terkubur yang tidak diketahui posisinya. Dengan metoda ini akan membantu sekali..
Kayaknya segini dulu aja ya, semoga bermamfaat.





cantik cara ngebahasnya…sy boleh tanya ya!
ada skin depth nya ga?
sekedar pengen tahu ajah.
regards.
mas…kalo boleh tau merk GPR yang dipake apa yah??
karena emang gpr neh termasuk teknologi lama tapi baru di indonesia karena mang mahal alatnya seh…hehehehe…btw di situ konsultan GPR juga yah?
Pingback: Safety First « Perubahan Menuju Kebaikan
Mas, mohon bantuannya. KALAU GPR UNTUK MENDETEKSI EMAS bawah tanah apaka ada dan apa namanya.
Terima kasih,
Albert
Pingback: GPR (1) « Take And Share
Mas mau nanya….
saya sekarang sedang mneyusun TA tentang deteksi pipa PDAM dgn GPR.. apa cukup makai GPR 1700 MHz?
trus cara menentukan diameter dan kedalaman pipanya gimana ya??? saya pake software Geoscane32…apa mas pernah pakai juga???
mohon penjelasanya dikit… tks……
mas satu lagi niy..mw tanya….mengapa permeabilitas magnetik dalam tanah dapat diabaikan dalam sistem GPR??? mohon jawabnya mas?? tks