Neoliberalisme-kah Aku dan Bangsaku????

Neoliberalisme singkatnya adalah suatu paham yang mengedepankan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum.

Sekarang ini paham Neoliberalisme merupakan paham yang telah dipakai hampir diseluruh dunia. Neoliberalisme adalah paham yang hampir sama dengan kapitalisme dulu yang telah dirancang ulang dan tentunya juga memiliki perbedaan dalam penerapannya tetapi tetap memiliki visi yang sama..

Paham ini dulunya hanya berkembang di negara2 barat saja, tetapi penjajahan telah menyebabkan paham ini berkembang..

Indonesia adalah salah satu negara yang menggunakan paham ini terutama terlihat dalam bidang ekonomi. Hal ini ditandai dengan Kesejahteraan masyarakat yang sangat tidak merata (banyaknya warga miskin), Adanya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, Banyaknya perusahaan asing, Banyaknya aset negara yang telah menjadi milik perorangan, Banyaknya kekayaan negara ini yang bukan lagi menjadi milik bangsa ini. Sangat ironis memang, Indonesia yang dulunya merupakan Zamrud Khatulistiwa, dimana “lempar kayu dan Batu jadi tanaman” sekarang telah menjadi negara yang dapat dikatakan miskin. Kalau saya menyebut Indonesia adalah negara yang tidak punya hak atas kekayaannya.

Sebagai anak bangsa, tentunya sangat disayangkan sekali hal ini terjadi. Yang menjadi pertanyaan sekarang ini, mengapa hal ini dapat terjadi?? Saya sangat yakin sekali, bapak2 yang duduk dipemerintahan sangat mengetahui hal ini (tidak perlulah dengan data2 dengan tetek bengeknya, dengan fenomena2 yang tampak pun saya rasa cukup). Tetapi mengapa tetap membiarkan ini terjadi. Jika saya menjawab, Sekarang ini sebagian besar masyarakat indonesia telah menjadi orang2 yang liberal, yaitu orang-orang yang hanya ingin memperkaya dirinya sendiri tanpa memikirkan nasib orang lain. Bagaimana dengan Anda??

4 thoughts on “Neoliberalisme-kah Aku dan Bangsaku????

  1. jadi giko son…

    kok misal nya sejahtera urang si ateh dunia ko…kiamaik namo nyo lai…

    sesuatu ko kan diciptakan berpasangan diang…kok misal nya nyo kayo se nan ado…tu bakurang rukun islam jadi nyo diang…Zakat maa…..huwhauhwuahuw

    peace yuang

    abang ang nan santiang

  2. “Neoliberalisme singkatnya adalah suatu paham yang mengedepankan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum”

    jika review diatas tidak jibarkan, maka mungkin interpretasi kita akan salah kaprah….(bukan nyalahin lo ya, tapi mungkin lebih baik kalo mendeskripsikan sesuatu agar lebih jelas, agar tidak terjadi ambiguitas

    khan jika dipecah menurut frasanya:
    neoliberalisme = neo + liberte
    neo = baru
    liberte = kebebasan

    jadi ya secara umum mungkin dapat diartikan suatu pemahaman baru tentang kebebasan. yang implementasinya bisa kearah mana saja termasuk dalam konteks ekonomi seperti diatas. Mungkin secara kasar saja dapat dilihat di Indonesia kebebasan pada tahun 60, akan beda pada tahun 2008 (cara berpakain, sosial dll) terlepas dari rezim . nah lo’

    maka jika kita merujuk bahwa neoliberalisme = mementingkan pribadi daripada umum, maka akan terjadi ambigu dengan sikap “selfish”
    jika analisa secara kualitas diberikan pada dua pengertian diatas maka bisa-bisa neoliberalisme itu adalah lumrah, karena manusia memiliki sifat “ego” sebagai sifat utamanya sebagai individu. sama dengan hewan punya insting untuk bertahan hidup (survive) maka dalam konteks diatas neoliberalisme tidaklah salah.

    mungkin lebih baik jika dijelaskan bahwa neoliberalisme telah melahirkan implementasi seperti kapitalisme masa kini, yaitu penguasaan ekonomi oleh sekelompok orang, dengan “liberal” nya berupa usaha untuk melemahkan hukum sehingga mereka bisa mengembangkan sesuatu dengan leluasa, yang analogi negatifnya disertai dengan sifat serakah dan ketidakpedulian terhadap sesama
    😀 (mungkin maksudnya begitu yah, soalnya saya kadang jengkel kalo tanya ke “google” trus ditunjukin referensi yang ngaco atau seenaknya sendiri (pengertian umum dijadikan konteks khusus ato sebaliknya))

  3. @ Ajunkwees

    Terima kasih ajunkwees atas komentar yang telah ditinggalkan, Sebenarnya apa yang saya tuliskan diatas merupakan singkatnya saja, karena inti permasalahan yang ingin saya angkat ditulisan tersebut sebenarnya bukan neoliberalismenya tetapi kepekaan seseorang terhadap orang lain yang akhirnya nanti berhubungan dengan neoliberalisme..

    Neoliberalisme sebenarnya adalah suatu paham baru yang berkembang setelah perang dunia kedua tetapi intinya sama dengan kapitalisme tetapi nama dan caranya saja yang diubah, sedangkan maksudnya sama dan lebih dipersempit yaitu untuk menguasai perekonomian tanpa campur tangan pemerintah dan ujung-ujungnya tadi yaitu mendahulukan kepentingan pribadi dengan kepentingan orang banyak!!!!!!! Silahkan lihat saja diluar sana mana ada orng yang mendahulukan kepentingan orng banyak dari pada kepentingan pribadinya (kecuali saya :-p), jika kita tanyakan ini buah dari apa??? ya itu tadi yaitu paham neoliberalisme…

    Jika kita turunkan dari sana maka hasilnya seperti sekarang ini yaitu yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. dan itu terbukti di negara kita sekarang ini…

    Kalo paham tersebut terus berkembang di negara kita ini, maka untuk apa gunanya pemerintah selain itu jumlah orang miskin akan semakin terus bertambah.. (setuju ga dengan ini??).

    Tulisan diatas murni dari apa yang saya tau apa yang saya rasa, dan apa yang saya pikir…Untuk urusan sosial kemasyarakatan untuk apa kita menggunakan google.. Mungkin mas ajunkwees sering gunain ya.. makanya lebih baik kita membaca buku dan mendengar dari sang pakar dari pada membaca dari sumber yang kurang dipercaya…
    Terima kasih masukannya agar saya mempertajam tulisan saya, sangat membangun.. Semoga PERUBAHAN ini MENUJU KEBAIKAN…

  4. sebenarnya kalo kita melihat apakah neoliberalisme itu sudah mengakar di kehidupan kita, ya kita tidak bisa memukul rata begitu saja
    maka kita juga tidak boleh menyalahkan semua pemerintah. karena pemerintah juga sebenarnya punya agenda-agenda untuk mensejahterakan rakyat ( kalau saya se cenderung berfikir begitu)
    refleksi dari sifat itu ya yang paling mudah berkaca saja( muhasabah), karena menurut saya sifat yang mendukung paham itu adalah adalah sifat sekuler yang telah lama mengakar pada kita. dan sebenarnya siapapun pemerintahnya, akan sulit sekali merubah “pola pikir”sebagian besar bangsa kita tersebut. Ya karena sebenernya kita berputar-putar pada suatu sistem yang tidak balance. Contohnya saja politik, sebenernya kita itu sangat “sok sokan dengan menghambur2kan uang untuk pemilu SETIAP HARI”. Bukan demokrasi, tapi DemoCrazy
    Untuk sektor ekonomi, mungkin kita salah interpretasi, bahwa kaya itu adalah hanya punya uang banyak (static asset)saya sebut. jadi ya bangsa Indonesia mayoritas jika ditanya kamu sekolah untuk apa, jawabnya ya biar bisa kerja, dan jika diteruskan kerja untuk apa, ya untuk cari uang. Tidak salah, dan tidak valueless, namun kita tidak menyadari bahwa pola hidup kita sangat “konsumtif” dengan paham tersebut. ya itulah yang menyebabkan kita selalu miskin. Kita tidak menyadari bahwa tidak ada negara maju yang tidak memproduksi barang. Mereka punya dinamic asset yaitu determinasi untuk berinovasi. sebenarnya diantara kita sudah banyak yang mempunyai juga determinasi seperti itu, namun kadang kurangnya dukungan dan tidak ada budaya inovasi dari sekitarnya membuat orang tersebut jadi ” mati”.
    Jadi intinya jika kita pengen bangsa ini kaya, tidak dengan terus menyalahkan sistem atau pemerintah. Kita tidak usah saling menyalahkan, namun kita melangkah saja secara kongkret untuk membangun suatu masyarakat yang punya Dinamic Asset dan berdedikasi (tidak sekuler). saya tidak akan bisa menjabarkan secara langsung bagaimana langkah-langkah tersebut, namum pastinya semua orang pasti punya cara sendiri untuk merperbaiki bangsa( jika mau tentunya). Semoga lebih banyak lagi bangsa kita yang sadar akan polemik yang dihadapi bangsa ini

    -regard-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s