RAMADHAN 1430 H

Kulihat RAMADHAN dari kejauhan… Kudekati ia dan kusapa “hendak kemana??” Dengan lembut ia berkata “Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama.. Tolong sampaikan pesanku untuk si MUKMIN: Syawal akan tiba, ajaklah SABAR untuk temani hari-hari dukanya. Peluklah ISTIQOMAH saat ia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang. Mintalah nasehat dari QURAN & SUNNAH disetiap masalah yang dihadapi. Sampaikan pula salam & terima kasih untuknya karena telah menyambutku dengan sukacita. Kelak, akan kusambut ia di SYURGA dari pintu AR-RAYAN.”

Dari sms seorang teman.

Banyak cerita yang aku alami dalam ramadhan kali ini dan ramadhan kali ini mungkin menjadi salah satu ramadhan yang berkesan dalam hidupku. Mengapa?? Karena puasa yang aku jalani pada Ramadhan kali ini aku jalani di daerah yang minoritas muslim dan bukan di Indonesia tercinta..

Alhmdulillah, saya sangat bersyukur sekali walaupun menjalani puasa di daerah yang minoritas, sampai hari terakhir saya dapat menjalaninya dengan baik. Dari segi waktu tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan dengan Indonesia (tidak seperti yang dialami Uni Dede di US) tapi ada yang berbeda dibanding dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya..

Perbedaan yang paling aku rindukan adalah sholat berjamaah di mesjid, baik itu untuk sholat fardhu (tidak untuk sholat Jumat, alhmdulillah sholat jumat dapat dilakukan secara rutin) dan sholat Tarawih. Penyebab tidak dapat melakukan sholat berjamaah di mesjid adalah faktor jarak dan sarana jalan yang sangat jelek sekali (masih tanah) dari camp ke mesjid yang membutuhkan waktu lebih kurang satu jam perjalanan. Rindu sekali untuk sholat fardhu dan tarawih berjamaah.

Selain tidak dapat menjalankan sholat berjamaah di mesjid, hal lain yang berbeda saya rasakan dengan ramadhan sebelumnya adalah puasa sekarang sedikit lebih berat dari sebelumnya. Pada puasa sebelumnya aktivitas yang dilakukan hanya pergi kuliah atau pergi ke kantor tapi pada puasa sekarang ini, saya harus berjalan lebih kurang 1 km setiap harinya (kecuali hari jumat) dengan medan yang berundulasi untuk mengambil data geofisika. Ini merupakan pengalaman pertamaku berpuasa dengan aktivitas di alam terbuka (baca hutan di gunung). Disinilah tantangan berpuasa pada ramadhan kali ini, palagi ketika panas terik dan rasa haus datang. Para helper yang mendampingiku ketika mengambil data pada awalnya heran dan bertanya mengapa saya tidak makan ketika istirahat. Dengan memberikan penjelasan kepada mereka apa yang sedang saya kerjakan merekapun mengerti, dan pernah terlontar dari mulut salah satu helper “you are so strong sir”.. Mendengarkan hal tersebut saya bertanya “why?? ,”ya because you don’t eat and drink’.. Mendengar hal itu saya hanya tertawa saja.. Pernah suatu kali ketika rasa haus yang datang sangat haus sekali dan ketika itu memang sedang panas terik dan medan yang ditempuh juga lumayan naik turun (pokoknya sangat berat ketika itu, bahkan teman2 yang sama-sama menjalankan ibadah puasa batal karenanya, dan sempat untuk terfikirkan untuk membatalkan puasa pada hari itu.. Tapi alhmdulillah hal itu tidak aku laksanakan karena ketika nafsu untuk minum itu datang, memory ku langsung me recall cerita kemenangan perang badar yang diraih Rasullullah SAW dengan para sahabat. Perang badar merupakan perang yang dilewati oleh Rasulullah ketika sedang berpuasa Ramadhan, malahan dengan berpuasa 4JJI SWT menghadiahkan kemenangan kepada Rasul dan Sahabat ketika itu.. Alhmdulillah nafsu untuk minum itu dapat hilang setelah mengingat kisah tersebut, dan ketika pada hari-hari berikutnya ketika nafsu untuk minum datang, ingatan tentang kisah perang badar langsung meng-counter nafsu utk minum tersebut (terima kasih ya 4JJI engkau telah menjaga hamba-MU ini)..

Selain itu hal lain yang terasa kurang adalah tidak dapat ngabuburit dan mencari buka puasa yang enak-enak seperti di Indonesia. Walaupun begitu, hal ini tidak mengurangi rasa Syukur kepada-NYA.

Masak sendiri (kayak judul lagu ajah). Ya masak sendiri merupakan hal yang berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Pada ramadhan sebelumnya ketika sahur atau makan malam, saya hanya tinggal pergi ke rumah makan tapi pada ramadhan sekarang apalagi ketika sahur, saya harus memasak dulu. Alhmdulillah dengan sering menolong-nolong mama ketika dulu, sedikitnya saya menjadi tau bagaimana memasak air (ups yang ini semua orang juga bisa). Menu yang biasa saya masak ketika sahur adalah tumis sayur, telur dadar/telur ceplok, ikan goreng balado, dan rencana untuk lebaran adalah rendang, opor ayam, dan ikan bakar (semoga menemukan daging yang halal).

Dari semua hal diatas yang dirasakan kurang pada ramadhan kali ini, ada satu hal lain yang belum aku sebutkan yang membuat aku sedih, yaitu tidak dapat berlebaran dengan keluarga tercinta.. Berita saya tidak dapat berlebaran dengan keluarga tercinta saya dapatkan pada awal september, ketika saya diminta datang ke kantor Manila secepat mungkin untuk melakukan meeting dengan perusahaan rekan kerja (kayak perusahaan yang mau joint venture gitu). Beberapa jam sebelum meeting berlangsung atasan saya memberitahukan bahwa cuti saya tidak dapat dipercepat. Mendengarkan hal itu sedih sekali dibuatnya.. Tapi apa mau dikata, inilah resiko dari pekerjaan yang saya jalani sekrang.

Tidak terasa sekarang telah masuk bulan syawal, walaupun dengan terbenamnya matahari ramadhan yang munculnya bulan syawal, tidak saya dengarkan gema takbir di cakrawala,  walaupun tidak ada gema takbir di  langit 4JJI di daerah sini, Insya 4JJI gema takbir dapat bergema di dalam jiwa.

Dengan kerendahan hati saya mengucapkan,

TAQABALLAHUMINNA WAMINKUM SHIYAMANA WASHIYAMAKUM SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H MINAL AIDZIM WALFAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Semoga puasa ramadhan yang telah kita lalui satu bulan penuh kemarin, membuat kita menjadi pribadi yang kembali kepada fitrah, pribada yang lebih baik, lebih taat kedepannya untuk menjalankan segala perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA..Amin

Yaa 4JJI Rabb semesta alam, begitu cepat Ramadhan yang penuh dengan berkah dan Magfirah dari-MU berlalu, masih banyak amalan-amalan yang belum aku lakukan Yaa 4JJI.. Yaa 4JJI hanya kepada-MU lah hamba memohon, Sampaikanlah umur hamba pada Ramadhan selanjutnya (1431 H) Amin..

20 September 2009

4.43 waktu filipina

7 thoughts on “RAMADHAN 1430 H

  1. Justru dalam keadaan seperti yang Soni alami itulah keikhlasan puasa teruji. Dan, Soni telah melaluinya dengan sukses. Selamat!

    Maafkan juga atas segala salah saya ya Son, semoga kita menjadi PEMENANG sejati…😀

    Selamat Idul Fitri

  2. Justru pada saat kita menjadi minoritas dan harus menjalankan puasa wajib, maka disitulah letak tantangannya. Dan Sonny terbukti menang mengalahkan nafsu haus dan lapar.

    Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

  3. entahlah, kita cenderung lebih khusyuk beribadah bila tantangannya besar dan kita sudah tercerabut dari lingkungan yang mayoritas. mudah-mudahan aku keliru. sebab yang kurasakan dan kusaksikan pada teman-teman pun begitu. saat di tanah air sholat lalai, tapi giliran di rantau orang, sholat di lapangan rumput atau di baby’s room di mall pun dijabanin.

    tapi soni memang ahli ibadah dari awal sih, jadi beribadah memang dilakukan dengan hati dan keikhlasan, bukan karena niat lain. salut, son. insya allah berkah. uni bangga.

  4. Iya ni, saya sepakat dengan pendapat uni..Kadang keterdesakanlah yang membuat kita menjadi lebih aktif untuk berusaha..

    Wah Ni, terlalu tinggi jika uni mengatakan soni ahli ibadah, masih jauh ni.. Insya4JJI niat yang selalu ditanamkan dalam melakukan segala aktivitas adalah Lillahita’ala hanya mencari ridho 4JJI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s