Syawal 1430 H

erikut adalah laporan pandangan mata syawalan di municipality of buug, Zamboanga Sibugay, Mindanao, Filipina.

Alhmdulillah walaupun lebaran di daerah minoritas, sholat ied tetap masih dapat dilakukan.

3

Ini adalah jumlah jamaah laki-laki ketika sholat ied. Lumayan banyak mungkin sekitar 100 orang lebih (4 saf)..

4

Yang ini adalah foto jamaah perempuan.. Ga tau pasti ada berapa saf, kalo diliat hampir sama dengan jamaah laki-laki kayaknya

6

Inilah keramaian ketika selesai sholat.. (sama seperti Indonesia, mereka juga saling salam-salaman).. Tapi pas kita ngucapin minal aidin walfaidzin, koq mereka ga ngeh ya?? Jangan2 ga gunain minal aidin walfaidzin lagi, hehehehe

5

Kalo ini, foto saya kiri, pak sapto tengah, dan mas gunadi kanan

Hanya segitu laporan pandangan mata ketika sholat ied di municipality of buug, zambo sibugay, Mindanao, Filipina..

Biasanya setelah selesai sholat, dan setelah pulang ke rumah, ketupat dengan segala pernak-perniknya udah menunggu salah satunya adalah rendang.. Alhmdulillah walaupun lebaran ga di padang.. Tapi rendang tetap tersedia disini… 2 foto berikut adalah foto rendang yang saya masak (percaya ga kalo saya bisa masak rendang???🙂 ).

1

2

Yang diatas ketika baru saja selesai dimasak dan yang dibawah setelah dipindahkan sebagian ke piring..

Ayo, ada yang mau coba??? hehehehe :P…

14 thoughts on “Syawal 1430 H

  1. Respon dari pak sapto (yang nyobain pertama kali) “Mak Nyusss Son, dagingnya juga empuk”..

    Lega dengernya, soalnya itu rendang perdana saya, hehehehe… Lain kali bikin lagi dan coba yang lain juga ah.. Ayo ada yang mau coba??? hehehehe

    Oh ya satu lagi, sebenarnya ini masih belum selesai, jika diteruskan memasaknya maka ini akan menjadi rendang kering dan warnanya akan menjadi hitam.. Tapi karena perut udah keroncongan dan ketika itu udah nunjukin pkl 17 lewat, makanya masaknya dihentikan..

  2. wah, mantap juga bakat masaknya Son…
    kayaknya patut dicoba tuh rendangnya, hehe…

    selamat idul fitri ya, meski tidak merasakan atmosfir suka cita seperti di tanah air, tapi hati mesti tetap dibuat gembira ya… maafkan lahir dan batin😀

    • Boleh da, kapan uda mau mencoba??
      Ini berkat mencuri ilmu (nanya2 juga) dari mama dan papa ketika membantu beliau memasak da..

      Sekrang memasak menjadi hobi da, paradigma memasak itu feminim untuk laki-laki tidak berlaku untuk saya da…

  3. hahaa… serius bisa masak rupanya. mantap.
    selamat berlebaran, son, walaupun jauh dari sanak keluarga, kemeriahan lebaran harus terus terjaga di dalam hati. sesekali jauh biar bisa merasakan dan mensyukuri apa yang selama ini kita punya. yo ndak, sutan?

    • Berarti Uni sekrang percaya kan kalo soni bisa masak?? Samo Uni Sabai selamar berlebaran juga untuk Uni dan keluarga..

      Iya sih Ni, cukup sesekali saja jangan sampai berkali-kali berlebaran jauh dari keluarga…

  4. Mas Soni, rendangnya menggugah selera saya. Siang-siang begini waktunya makan, jadi bikin saya lapar.

    Saya aja nggak bisa masak mas…

    Waduh mbak, ini juga kebetulan ajah bisa..Sekrang masak jadi hobby saya mbak.. hehehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s